Apa Itu Current Ratio (Rasio Lancar) Rumus, Contoh dan Batasannya

  • 4 min read
  • Jul 17, 2021

Rickwiese.com – Current ratio atau rasio lancar digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk bayar kewajiban jangka pendeknya, seperti utang dan gaji. Ini dihitung dengan membagikan asset lancar dengan kewajiban lancar. Makin tinggi hasilnya, makin kuat posisi keuangan perusahaan.

Pemilik usaha kecil harus memperhatikan rasio ini untuk perusahaan mereka sendiri, dan investor mungkin merasa berguna untuk membandingkan rasio perusahaan sekarang ketika memperhitungkan saham mana yang akan dibeli.

Baca terus artikel ini sampai tuntas untuk mengetahui apa itu current ratio lebih mendalam.

Apa itu Current Ratio?

Current ratio atau rasio lancar adalah Rasio Likuiditas yang dipakai untuk menilai posisi likuiditas suatu entitas dengan memakai hubungan antara Aktiva Lancar dan Liabilitas Lancar.

Dengan kata lain, ini adalah alat yang dipakai untuk menilai apakah asset lancar bisa membayar kewajiban lancar atau tidak.

Rasio ini bukan hanya ditujukan untuk menilai masalah likuiditas tapi juga menilai penggunaan modal kerja entitas. Posisi likuiditas entitas kemungkinan secara implisit kelihatan sehat bila rasio lancar lebih tinggi dari satu dan tidak sehat jika rasionya kurang dari satu.

Rasio lancar memberi petunjuk ke pengguna atau pembaca apa entitas mungkin mengalami masalah atau tidak untuk membayar kewajiban lancarnya dengan memakai kas yang tersedia, dan aset lancar yang lain jadi kas.

Current ratio membantu manajemen untuk memikirkan bagaimana strategi arus kas selanjutnya untuk menangani masalah likuiditas sekarang ini. Mungkin, negosiasi dengan bank untuk keringanan bunga atau duduk dengan penyedia untuk tunda beberapa pembayaran.

Tetapi, hanya karena rasionya kurang dari satu, tidak berarti perusahaan memiliki masalah dengan likuiditasnya.

Rumus dalam Menghitung Current Ratio

Current Ratio = Aset Lancar / Kewajiban Lancar

  • Aset Lancar meliputi kas dan setara kas, piutang, stok dan aset lancar yang lain. Rasio ini tidak sama dari rasio cepat karena termasuk persediaan.
  • Kewajiban termasuk Utang, Akrual, Utang Bunga, dan Kewajiban Lancar Lainnya. Sama seperti yang Anda lihat, semua item ini adalah asset dan liabilitas likuid. Itulah kenapa kami menjelaskan rasio ini untuk menilai likuiditas suatu entitas.

Contoh dan Perhitungan Current Ratio

Misalkan, perusahaan mempunyai saldo Aset Lancar dan Liabilitas Lancar berikut ini di Laporan Posisi Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Aset lancar:

  • Kas dan Setara Kas: 30.000.000
  • Piutang Usaha: 150.000.000
  • Persediaan: 200.000.000
  • Aset Lancar Lainnya: 100.000.000

Kewajiban Lancar:

  • Hutang Akun: 25.000.000
  • Hutang Pajak Saat Ini: 140.000.000
  • Beban Akrual: 150.000.000
  • Pinjaman: 90.000.000

Berapa Rasio Lancar dari perusahaan di atas?

Jawaban

Nah saat ini saatnya kita hitung current ratio. Dan berikut informasi yang diberikan dalam skenario:

Total Aset Lancar: 480.000.000
Total Kewajiban Lancar: 405.000.000
Menurut informasi yang kami miliki di atas, berikut jawabannya:

Current Ratio: 1,2 (480.000.000 / 405.000.000)

Analisis Rasio Lancar

Rancangan sederhana dari rasio lancar adalah jika perusahaan harus memiliki kas yang cukup untuk menutupi kewajiban lancarnya.

Bila rasio di atas 1, dalam analisis rasio likuiditas, itu berarti perusahaan aman untuk bayar kewajiban lancarnya dengan memakai aset lancarnya. Apabila rasionya kurang dari satu itu berarti perusahaan bisa kesulitan bayar hutangnya tepat waktu ke kreditor.

Sangat sederhana bukan ?

Tetapi, rasio ini termasuk Piutang dan Persediaan dalam perhitungan yang mungkin tidak bisa segera diganti menjadi uang tunai.

Dalam perumpamaan ini posisi current ratio cukup bagus yaitu di atas 1. Berarti perusahaan bisa memakai aset lancarnya untuk bayar kewajiban lancarnya.

Seperti disebutkan di atas, ada beberapa faktor yang penting dipertimbangkan saat menganalisa Rasio Lancar perusahaan.

Pertama, Rasio ini dihitung dengan memasukkan beberapa jenis Aset Lancar yang mungkin tidak mudah menghasilkan uang tunai untuk bayar Kewajiban Lancar.

Aset Lancar itu termasuk, persediaan dan piutang. Stok dianggap sebagai Aset Lancar tapi mereka mungkin tidak bisa segera diubah dalam bentuk tunai.

Saat menilai rasio ini, penting untuk menilai peluang jika persediaan bisa diganti menjadi penjualan atau uang tunai. Aspek terpenting termasuk jumlah, sifat dan periode rata-rata persediaan bisa diganti jadi penjualan atau uang tunai.

Lebih penting lagi, persediaan meliputi bahan mentah dan pekerjaan yang sedang berjalan yang ambil langkah lain untuk menggantinya menjadi barang jadi. Oleh sebab itu, untuk mengganti persediaan jadi penjualan, perusahaan mungkin memerlukan waktu yang cukup lama.

Batasan dalam Menggunakan Rasio Lancar

Ada beberapa kerugian memakai rasio lancar untuk menghitung masalah likuiditas entitas. Kekurangan atau batasan itu termasuk:

Contohnya, rasio lancar memasukkan persediaan ke penghitungannya apabila saldo persediaan pada akhir tahun berbeda secara signifikan, maka ada perbedaan rasio yang signifikan.

Tidak perduli Anda mempunyai cukup uang untuk menyelesaikan kewajiban.

Penggunaan metode penilaian yang lain dihasilkan dari saldo akhir persediaan yang lain dan selanjutnya mempengaruhi rasio. Oleh sebab itu, ini juga mempengaruhi bagaimana Anda menginterpretasikan rasio lancar perusahaan juga.

Mari ilustrasikan ini dengan sebuah contoh:

Sesuai contoh di atas, asset lancar termasuk jumlah persediaan 200.000.000 dan jumlahnya cukup besar. Persediaan dikelompokkan sebagai aset lancar, tetapi mungkin tidak mudah untuk diganti menjadi uang tunai.

Karena untuk bisa mengganti persediaan jadi uang tunai, perusahaan perlu menjual ke pelanggan dan memperoleh keuntungan. Terkadang, penjualan dilakukan secara kredit dan perusahaan masih memerlukan waktu untuk mengumpulkan uang tunai.

Perhitungan current ratio juga termasuk piutang yang mungkin saja susah diubah jadi uang tunai.

Piutang Usaha kelihatannya mudah untuk diganti jadi uang tunai, tapi kita harus melihat kembali ke kebijakan piutang dan riwayat penagihannya hingga kita bisa menyimpulkan seberapa masuk akal rasio ini pada kewajiban lancar.

Mengacu pada contoh di atas, Aktiva Lancar, termasuk Piutang.

Piutang Usaha adalah aset lancar, tapi entah bagaimana, perusahaan mungkin tidak bisa mendapatkan kembali dari pelanggan atau memerlukan waktu yang lama untuk menagihnya kembali dari pelanggan. Oleh sebab itu, saat mengartikan rasio lancar, hal-hal tersebut perlu diperhatikan.

Kesimpulan

Current ratio hanya salah satu rasio likuiditas, dan efektivitas penggunaan atau interpretasinya sangat dianjurkan untuk digabungkan dengan rasio lain seperti quick ratio atau acid test ratio, modal kerja, perputaran piutang, dan perputaran persediaan dan industri. rata-rata dan tahun-tahun sebelumnya.